Postingan

Belajar berpikir

Ada satu fase dimana, kita bahkan tidak berkesempatan untuk menjadi diri kita sendiri, beberapa konsep yang telah ditanamamkan pemikiran - pemikiran bahwa diri kita yang berarti saya harus selalu terdepan harus menjadi anak yang baik bahkan terbaik  (versi mereka hehehe ).  Beberapa kali sy melihat bahwa kenapa saya harus melakukan ini? bahkan sampai berpikir untuk menyenangkan semua orang yang Karena label dipikiran saya adalah saya harus menjadi orang baik, dimana pengertian baik dalam pikiran saya adalah berarti nurut, selalu siap sedia, dan tentu saja selalu iya, sekalipun " ya ampun, kalo sy bilang tidak berarti saya egois dan jahat" lama kelamaan, secara tidak sadar saya merasa seperti memakai topeng, membangun tembok yang tinggi karena? yang pada ahkirnya karena kebiasaan-kebiasaan inilah ketika ingin menunjukkan apa yang saya mau saya  malah terbebani dengan  perasaan diri sendiri. takut melukai orang diluar sana, tapi agak keliru juga memikirkan diri saya. T...

30 juni

Memulai sesuatu untuk pertama kali bukanlah hal yang mudah. Apalagi memulai  sudah di kelilingi dengan pertanyaan dan  perasaan kalau saya gagal? kalau saya salah? kalau saya tidak bisa?   Sampai ahkirnya saya sampai di titik.  Bahkan saya sendiri, tidak bisa percaya dengan diri saya sendiri.  Saya tidak bisa memungkiri, beberapa orang menjadi parameter atau tolak ukur bahkan saya me label diri saya harus seperti dia baru saya bisa bahagia.  Berhari-hari pemikiran itu saya bangun sampai saya membaca sebuah tulisan, di media sosial saya yang berasal dari motivator terkemuka pak mario :  " Anda tidak dapat membangun rasa percaya diri yang sehat dengan kebiasaan membanding-bandingkan kekurangan anda dengan kelebihan orang lain ". 

01 november 2019

Titik dimana, bahkan untuk mengatakan apa yang sebenarnya dirasakan itu malah jadi beban. malah menimbulkan masalah baru   Sebenarnya apa yg saya cari? apa yg saya dapat ? pernah tidak sih kalian memikirkn itu selama hidup ? pernah tdk kah? kalian  pernah kah berpikir bagaimana menderitanya dituntut harus sempurna jauh dari kesalahan yang kalian sendiri pun sebenarnya tidak mau bikin.  Titik dimana, kok hidupku seperti ini  ? kok apapun yg saya lakukan dimata orang-orang selalu salah?  kok menangis pun tetap salah, terlalu banyak senangnya salah juga rasanya seperti jalan didalam air yang tinggi air nya ada di dada. sesak :')  semua kesalahan harus dipertanggung jawabkan sekalipun nukan perbuatanku hidup memang tidak peduli kamu masih punya bapak atau mama hidup untuk membahagiakan diri sendiri ternyata sulit  kasihannya wahai diri sendiri, maafkan saya yang tidak bisa berbuat apa- apa untu bikin diri bahagia ...